13 Mei 2009

Ketahuilah Dunia Itu Terlaknat

Dunia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang harus dijauhi. Namun dunia bisa menjadi penghalang untuk bisa sampai kepada Allah. Harta pada dasarnya bukanlah sesuatu yang dibenci. Namun, harta itu tercela jika dia melalaikan dari mengingat Allah. Betapa banyak kaum muslimin yang tertipu dengan gemerlap dunia sehingga lupa akan tujuan penciptaannya. Ironisnya mereka tidak menyadari hal tersebut dan ketika dirinya ditanya, "Apakah yang engkau inginkan, dunia ataukah akhirat?" Serentak dirinya menjawab, "Saya menginginkan akhirat!" Padahal keadaan dirinya menjadi saksi atas kedustaan ucapannya tersebut. Kesenangan Dunia, Fitnah Bagi Umat Ini Cinta terhadap keindahan dan kenikmatan dunia adalah sesuatu yang menjadi  ciri khas makhluk Allah yang bernama manusia. Allah berfirman:

 

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS. Ali Imran: 14)

 

Demikianlah watak asli manusia, sehingga tidak ayal lagi hal itulah yang banyak menjerumuskan manusia sehingga hatinya terkait dengan dunia padahal  tidak dipungkiri lagi keterkaitan hati dengan dunia merupakan fitnah sekaligus musibah yang menimpa umat ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

 

"Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah bagi umatku adalah harta." (HR. Tirmidzi dalam Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih)

 

Maka sungguh mengherankan tatkala seseorang yang seharusnya beramal untuk mencapai surga yang luasnya bagaikan langit dan bumi, justru tenggelam dalam fitnah dunia dan harta. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat khawatir bila pintu-pintu kesenangan duniawi telah dibukakan bagi umat ini karena hal itulah yang menyebabkan mereka berpaling dari agama. Wallahul musta’an.

 

 

Dunia Itu Terlaknat!

 

Kaum muslimin, mari bersama kita renungkan hadits berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

"Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dalam Shohihul Jami’, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

 

Perlu kiranya kita merenungkan hadits ini dengan seksama, di golongan manakah diri kita berada, apakah kita termasuk golongan yang mendapat rahmat dan terjauh dari laknat ataukah sebaliknya diri kita justru termasuk orang-orang yang mendapat laknat, menjadi budak dunia dikarenakan sebagian besar aktivitas kita atau bahkan seluruhnya hanya bertujuan untuk meraih kenikmatan dunia yang fana ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencela orang-orang yang tunduk pada dunia dan semata-mata tujuannya adalah mencari dunia dalam sabda beliau:

 

"Celakalah budak dinar (uang emas), celakalah budak dirham (uang perak), celakalah budak khamishah (pakaian yang cantik) dan celakalah budak khamilah (ranjang yang empuk)." (HR. Bukhari)

 

Inilah celaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang kesehariannya menjadi budak harta dan berbagai kesenangan dunia.

 

Renungkanlah dengan penuh kejujuran dan jawablah di golongan manakah diri kita berada? Apakah kita termasuk orang yang menjadi budak dunia ataukah orang yang tujuan hidupnya adalah beribadah kepada Allah? Renungkanlah sekali lagi hal ini!

 

Kaitkanlah Hatimu Dengan Akhirat

 

Saudaraku, jangan jadikan hatimu terkait dengan dunia, jangan sampai dunia masuk ke dalam hatimu dan bercokol di dalamnya, teladanilah generasi terbaik umat ini, mereka menggenggam dunia, namun cukup sampai di situ dan tidak merasuk ke dalam hati. Maka jadilah mereka generasi yang mencurahkan segenap jiwa raganya untuk kehidupan akhirat, dunia sebatas di genggaman mereka sehingga mudah dilepaskan, mudah untuk diinfakkan di jalan Allah.

 

Adapun kita wahai kaum muslimin, aina nahnu min haaulaai (di manakah kedudukan kita jika dibandingkan mereka)? Di mana?! Tentu sangat jauh dari mereka!

 

Oleh karena itu wajib bagi diriku dan dirimu untuk merenungi sekali lagi bahkan senantiasa merenungi apakah tujuan kita diciptakan di dunia ini. Sangat mengherankan jika seorang muslim telah mengetahui tujuan penciptaannya kemudian lalai dari hal tersebut, bukankah inilah puncak kedunguan?! Sekali lagi, mari kita senantiasa mengaitkan amalan kita dengan akhirat, jika anda seorang yang mempelajari ilmu dunia, maka niatkanlah untuk akhirat, niatkanlah bahwa dirimu dengan ilmu tersebut akan membantu kebangkitan kaum muslimin. Jika anda seorang pengajar, dosen atau semisalnya, maka niatkanlah aktivitas mengajar anda untuk akhirat dan kebangkitan kaum muslimin, demikian juga seluruh profesi, maka niatkanlah untuk akhirat.

 

Namun apabila niat anda justru sebaliknya, anda belajar, mengajarkan ilmu dunia, berbisnis dan melakukan aktivitas dunia lainnya hanya sekedar untuk mendapatkan dunia, maka anda telah merugi karena telah melewatkan keuntungan yang amat banyak dan janganlah anda mencela kecuali diri anda sendiri.

 

 

"Ya Allah, janganlah engkau jadikan musibah dalam urusan agama kami, dan jangan pula engkau jadikan dunia ini adalah tujuan terbesar dan puncak dari ilmu kami."

 

Amin Ya Sami’ad Da’awat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat, allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 

 

Penulis : Muhammad Nur Ichwan Muslim

Artikel www.muslim.or.id

11 Mei 2009

Sumber Segala Macam Dosa


Sumber Segala Macam Dosa

oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa
shohbihi ajma’in.

Suatu faedah berharga yang kami torehkan pada malam hari ini (4 Jumadil
Ula 1430 H) adalah untaian nasehat dari Ibnu Qoyyim Al Jauziyah dalam
kitab beliau yang penuh faedah yaitu Al Fawa’id.
Beliau –rahimahullah- mengatakan,

Sebab Manusia Masuk Neraka Adalah Dari Tiga Pintu
Pintu pertama adalah pintu syubhat (perang pemikiran). Melalui pintu
inilah seseorang akan timbul keraguan pada kebenaran agama Allah.
Pintu kedua adalah pintu syahwat (gejolak nafsu). Melalui pintu inilah
akan mengakibatkan seseorang lebih mengedepankan hawa nafsunya daripada
ketaatan dan menggapai ridho Allah.
Pintu ketiga adalah pintu amarah. Melalui pintu inilah akan timbul
permusuhan antar sesama manusia.

Sumber Segala Macam Dosa Dari Tiga Perkara
Pertama adalah kesombongan (al kibr). Sifat inilah yang dimiliki oleh
Iblis sehingga dia menyimpang ke jalan kesesatan.
Kedua adalah tamak (al hirsh). Sifat inilah yang membuat Adam keluar dari
surga.
Ketiga adalah dengki (al hasad). Sifat inilah yang membuat salah satu anak
Adam membunuh saudaranya.

Ibnul Qoyyim –rahimahullah- mengatakan, “Barangsiapa yang terbebas dari
tiga sifat ini, maka dia akan terlindung dari segala macam kejelekan.
(Ketahuilah), kekafiran itu berasal dari sifat sombong. Maksiat berasal
dari sifat tamak. Sikap melampaui batas dan kezholiman berasal dari sifat
dengki (hasad).”

Itulah faedah berharga dari dokter hati, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah. Sifat
sombong inilah yang membuat iblis tetap dalam kekafirannya. Karena yang
namanya sombong kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah menolak
kebenaran dan meremehkan manusia.

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim).

Hadits ini diberi judul oleh An Nawawi dalam Shahih Muslim: “Bab Haramnya
Sifat Sombong dan Penjelasannya.”
Sifat sombong inilah yang membuat seseorang sulit masuk surga yang penuh
kelezatan.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak akan masuk surga yaitu orang yang dalam hatinya terdapat
kesombongan sebesar semut kecil.” (HR. Muslim)

Sifat tamak atau rakus membuat seseorang mudah terjerumus dalam maksiat.
Lihatlah bagaimana Nabi Adam ‘alaihis salam bisa keluar dari surga,
sebabnya adalah memakan tanaman yang haram untuk dimakan. Maksiat ini
berasal dari sifat tamak. Begitu juga orang mudah terjerumus dalam
perzinaan, berdua-duaan dengan lawan jenis tanpa mahrom, melihat gambar
yang tidak layak untuk dipandang semacam gambar porno; itu semua terjadi
karena adanya sifat tamak pada diri seseorang.

Sedangkan sifat dengki atau iri akan membuat seseorang melampau batas dan
berbuat zholim pada orang lain. Ketika melihat saudaranya memiliki HP baru
atau laptop mewah, dalam hatinya akhirnya muncul sifat dengki, ingin agar
nikmat yang ada pada saudaranya tadi lenyap dan musnah. Akhirnya berbagai
macam cara dilakukan untuk meraih maksud tadi, entah dengan mencuri bahkan
ada juga sebagian orang yang tega membunuh saudaranya sendiri karena latar
belakang semacam ini.

Itulah 3 sifat yang harus dijauhi setiap muslim. Niscaya dengan menjaga 3
hal ini, seseorang akan terhindar dari segala macam kejelekan. Sebagaimana
dijelaskan oleh Ibnul Qoyyim, tiga sifat buruk inilah sumber segalam macam
dosa.

Semoga yang singkat ini dapat melembutkan hati dan bisa menjadi bahan
introspeksi bagi kita sekalian.
Ya Allah, tambahkanlah pada kami ilmu yang bermanfaat. Amin Yaa Mujibas
Sa’ilin.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala
nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi sallam.


__,_._,___