11 Mei 2009

Orang Bangkrut Yang Sesungguhnya

"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya
yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali, kamu
menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu diantaramu,
disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari
golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal
itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa
yang dahulu kamu perselisihkan" (QS An Nahl [16]:92)

Suatu ketika Rasulullah saw bertanya kepada sahabat-sahabatnya, "wahai
sahabat-sahabatku tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?"

Salah seorang sahabat Nabi menjawab, "Ya Rasulullah, orang yang bangkrut
itu adalah orang yang mengalami kerugian akan harta bendanya sehingga ia
tidak memiliki apa-apa lagi."

"Tidaklah demikian wahai sahabatku," jawab Nabi saw. "Orang yang
bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala
sholatnya, puasanya, zakatnya, sedekahnya, wakafnya, hajinya dan
umrohnya; tetapi ketika seluruh pahala kebaikannya itu ditimbang di
hadapan Allah SWT, datanglah istrinya yang mengadukan kezaliman yang
diterimanya ketika hidup di dunia dahulu. "Ya Allah dahulu aku selalu
mendapat perlakukan kasar darinya dan ia selalu menyakitiku." Maka Allah
menyuruh agar orang itu membayar kepada istrinya dengan sebahagian
pahalanya.

Kemudian datang lagi anaknya mengadukan kezaliman yang diterimanya
kepada Allah SWT. "Ya Allah dahulu ketika aku hidup di dunia, ayahku ini
memperlakukanku dengan tidak adil. Ia melebihkan saudaraku yang satu
dari diriku. Disaat aku dalam kesulitan, ia tidak memperdulikanku
walaupun aku selalu berbakti kepadanya." Maka Allah menyuruh orang itu
membayar kepada anaknya dengan sebahagian pahalanya.

Kemudian datang lagi orang lain yang mengadukan kepada Allah. "Ya Allah
dahulu ia menyebarkan berita bohong (fitnah) tentang diriku." Maka Allah
menyuruhnya lagi untuk membayar dengan pahalanya kepada orang yang
mengadu itu.

Kemudian datang lagi orang yang lain yang mengadukan kezalimannya,
sampai akhirnya seluruh pahala shalat, haji, umroh, puasa, zakat,
sedeqah, dan wakafnya itu habis dipakai untuk membayar orang-orang yang
pernah ia zalimi dan ia rampas hak-hak mereka sewaktu ia hidup di dunia.


Sementara itu orang-orang yang mengadu masih saja datang. Maka Allah
'Azza wa Jalla dengan adil memutuskan agar dosa orang yang mengadu itu
dipindahkan kepadanya sebagai tebusan atas kezaliman yang pernah ia
lakukan ketika di dunia dahulu."

Rasulullah melanjutkan, "Itulah orang yang bangkrut. Ia rajin beribadah
tetapi ia tidak memiliki akhlak yang baik. Ia banyak melakukan
ketidakadilan, merampas hak orang lain, dan banyak menyakiti hati orang
lain." (HR At Tirmidzi)

**

Ketika Rasulullah saw dalam keadaan sakit di akhir hayatnya, Nabi
berkata kepada seluruh istri-istrinya, Fatimah Az Zahra putrinya,
sahabat-sahabatnya yang ada di sekelilingnya, "Jika aku pernah melakukan
kezaliman kepada kalian walau sebesar biji zarrah (biji sawi), balasnya
kepadaku saat ini. Janganlah kalian datang kelak di hari kiamat kepada
Allah SWT untuk menuntutku sesuatu perbuatan yang merugikan kalian di
dunia ini."

Seluruh yang hadir hanya terdiam. Dalam suasana keheningan tersebut,
seorang sahabat berkata. "Ya Rasulullah, izinkan aku menuntut balas
darimu. Ketika aku dahulu masih kafir, dalam perang Badar, Engkau tanpa
sengaja menarik bajuku hingga robek dan memukul pundakku dengan pedang.
Aku ingin membalasnya ya Rasulullah."

Semua yang hadir terkejut . Ketika itu Umar bin Khatab marah dan
berkata, "Biarkan aku membawanya keluar ya Rasulullah, ia telah berlaku
tidak sopan terhadap Engkau. Tidak pernah kami merasakan suatu
kezalimanpun walau kecil yang Engkau lakukan terhadap kami."

Rasulullah tersenyum. Rasulullah saw melonggarkan bajunya sehingga
terlihatlah dadanya yang bersih. Rasulullah berkata, "Lakukanlah wahai
sahabatku. Aku ridha."

Semua yang hadir menangis melihat kejadian itu. Sahabat itu mendekati
Rasulullah dan dengan tiba-tiba ia langsung memeluk Rasulullah sambil
berurai airmata. "Wahai Rasul Allah, kulakukan ini karena sepanjang
hidupku, aku ingin sekali memeluk dirimu. Hari ini aku bahagia telah
melakukannya. Maafkan aku ya Rasulullah."

Ia menangis tersedu dan Rasulullah menghiburnya. "Temui aku kelak di
telaga Al Kautsar wahai sahabatku."

(Dari buku "Muhammad" karya Abu Bakr Siraj al-Din)

http://edakwahkita.blogspot.com

24 April 2009

Saya Bahagia!!!

Sebuah pertanyaan singkat yang mengena buat saya, Apakah saya bahagia?
Kalau menurut saya saya sudah cukup bahagia dengan kehidupan saat ini,
dengan menikmati semua yang saya terima dari Tuhan YME, tidak ada
masalah yang menghinggapi sampai saat ini, bisa berbagi ceria dan Ide
dengan teman-teman dan semua orang, Memiliki orang-orang yang peduli,
merupakan hal-hal yang membuat hidup ini terasa menyenangkan dan
mendatangkan kebahagian, Syukuri apa yang anda terima hari ini dan akan
terdapat kebahagian disana.

Tetapi kita sering berpikir, orang lain, sahabat, kenalan, dan tetangga
lebih berbahagia? Gampang dikatakan, mereka lebih berbahagia dan lebih
baik. Kita dalam mengejar suatu impian untuk malah kita sering lupa
bahwa kebahagiaan itu sebenarnya banyak tercecer dalam perjalanan kita
dalam mencari kebahagiaan terkdang malah orang yang mengejar bahagia
meraka sudah mengabaikan kebahagiaan itu sendiri. saat ini yang sudah
tergerus dalam roda kapitalisme dan materalisme kehidupan selalu
mengukur sebuah kebahagian dengan keberhasilan Mengumpulkan Materi yang
banyak, sehingga orang dengan kejam saling sikut untuk mendapatkanya.

Saya pernah melihat suatu keluarga Office Boy walau hidup Pas-pasan
begitu bahagia dengan keadaan yang dimilikinya, berkunjung kerumahnya
begitu teduh dengan rumah RSS, terlihat banyak cinta, senyum dan bahagia
disana, ketika pertama datang di depan pintu rumah anak-anak dan
Istrinya menyambut dengan sapaan dan senyum "hore ayah pulang' sapa anak
tersebut dan senyum terindah dari istri yang sholehah kepada suaminya,
tidak ada kekesalan di raut mukanya, anaknya juga mengajak ayahnya
membantu membuat mobil-mobilan dari kaleng susu bekas karena harga
mainan anak saat ini tidak cukup untuk membelikanya.Cuma sebaliknya
pernah juga saya diaajak berkunjung kerumah seorang eksekutif muda
perusahaan multi nasional dengan keadaan rumah yang serba lux, tapi
ketika kami datang tak ada sambutan hangat, kemana sang anak? kemana
sang istri? ternyata istri tak ada dirumah? sedang sang anak sedang asik
dengan dunianya sendiri terlarut dalam permainan Video game nya.
Kebahagiaan adalah kesederhanaan.

Di dunia ini, kita banyak menjumpai orang yang merasa tidak bahagia.
Setelah ditelusuri, orang - orang tersebut memiliki alasan yang
berbeda-beda mengapa mereka merasa tidak bahagia.Ada yang mengatakan
bahwa mereka tidak bahagia karena mereka selalu hidup dalam kekurangan,
ada pula yang merasa tidak bahagia karena belum menemukan pasangan hidup
yang tepat, ada pula yang tidak dapat menemukan kebahagiaan dalam
keluarganya karena tidak adanya keharmonisan dalam keluarga tersebut.
Atau dengan kata lain mereka tidak berhasil mendapatkan apa yang mereka
dambakan atau impikan. Selain itu, kita juga banyak menemukan orang yang
tidak pernah puas dengan apa yang telah diperoleh atau dimilikinya,
sehingga apabila orang tersebut telah berhasil meraih sesuatu, ia tidak
pernah sempat untuk menikmati kebahagiaan dengan apa yang telah
diperolehnya itu dan kemudian membuat target baru untuk dicapainya, dan
begitu seterusnya. Dan orang ini akan selalu merasa cemas apabila tujuan
berikutnya tidak tercapai.

Hal lain mengapa manusia tidak dapat merasakan kebahagiaan adalah karena
manusia cenderung untuk merenungi nasib buruk yang telah menimpanya dan
tidak mau berbuat sesuatu untuk memperbaikinya. Mereka terlalu terpaku
pada hal yang telah berlalu dan tidak dapat melupakan masa lalunya yang
pahit. Padahal jika ia mau mencoba untuk keluar dari masa lalunya yang
kelam, ia kemungkinan besar masih dapat menemukan kebahagiaan.Satu hal
lagi yang tidak kalah pentingnya adalah kecenderungan manusia untuk
berbuat mengikuti kata hati dan hawa nafsunya yang sering menjerumuskan
manusia ke dalam dosa dan menyebabkan manusia itu terjerumus dalam
lembah kesedihan dan penderitaan.

Pernahkah berfikir bahwa anda adalah orang yang paling bahagia sedunia,
cobalah berfikit seperti itu untuk meraih kebahagian hidup jangan selalu
berfikir bahwa anda adalah orang yang termalang sedunia, hidup Bahagia
adalah sebuah bentuk seni yang luar biasa Kebahagian terletak di hati
anda, bukan di mata dan di nafsu anda. ada beberapa tips agar anda bisa
bahagia

* Terima Kedaan jangan Selalu membandingkan

kita harus mulai belajar menerima keadaan. Sehingga kepercayaan diri
jugadapat muncul. Kepercayaan diri ini berkaitan dengan
keyakinan-keyakinan yang kita bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan
yang paling indah dengan menjadi diri sendiri. Itulah kebahagiaan yang
sebenar-benarnya", ketika kita mulai membandingkan maka disitulah
kebahagian akan sirna.

* Selalu beryukur dan jangan mengeluh
Apapun yang anda terima saat ini hal yang pertama yang anda lakukan
adalah mensyukurinya, karena anda masih memperolah sebuah kebaikan,
walau keadaan kita masih jauh dari kita inginkan, maka syukurilah apa
yang ada, baru kita berusaha untuk memperbaikinya. setiap Rasa syukur
atas apa yang kita terima pasti akan mendatangkan kebahagian, dan
sebaliknya setia kita mengeluh atas apa yang ada pada dirikita maka
kebahagian akan menjauh.

* Cobalah Berbagi

Mengapa harus berbagi, dengan berbagi kita dapat menyadari kita memiliki
sesuatu yang lebih, dan hal itu menuntunkita pada kebahagian, apakah
orang kikir dan tidak pernah memberi akan bahagia? jawabnya adalah tidak
dengan kikir kita akan selalu merasa menderita dan kekurangan bukan,
sebaliknya memberi itu membuat kita merasa memiliki lebih dan dengan
memberi kita bisa membuat jiwa kita bahagia dan orang lain bahagia,
ternyata kebahagian itu bisa menular loh. orang-orang yang suka memberi
akan memanen hasil-hasil yang diharapkan

* Bahagialah menjadi diri sendiri

Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi,semuanya dikirim sebagai pembimbing
kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan. "Tidak hanya orang
cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.Gunanya adalah karena
orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah cantik. Jadi semuanya ada
gunanya. Jadi bahagialah menjadi diri anda sendiri.

Banyak orang yang sukar untuk mendapatkan kebahagiaan karena mereka
berusaha untuk mencari kebahagiaan semu, yaitu kebahagiaan yang
dirasakan apabila mereka berhasil mendapatkan atau meraih sesuatu yang
di luar dirinya. Sesuatu tersebut bisa berupa harta benda duniawi,
ketenaran, nama baik, harga diri, kekuasaan, dsb.Apabila seseorang
mendefinisikan kebahagiaan seperti ini, maka kebahagiaan yang didapat
adalah kebahagiaan yang bersifat sementara. Biasanya kebahagiaan
tersebut berlangsung dalam tempo yang singkat.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebahagiaan dapat digali dari
dalam diri tiap-tiap pribadi. Apabila seseorang telah berhasil menemukan
kebahagiaan yang ada dalam dirinya, maka orang tersebut akan selalu
merasakan bahagia dalam hidupnya, apa pun yang terjadi dalam
hidupnya.Kebahagiaan ini tercapai apabila kita dapat selalu merasakan
ketenangan, kedamaian, dan keceriaan dalam segala situasi. Orang yang
telah menemukan kebahagiaan dalam dirinya biasanya dapat selalu menerima
kenyataan yang terjadi dalam hidupnya dengan besar hati.

Jadi apapun, siapapun anda, anda berhak untuk bahagia, dan kebahagian
sejati tidak bisa di ukur dengan seberapa materi dan kesuksesan yang
anda terima, karena materi tidak bisa membeli kebahagian. "Sumur
kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini hanya kita
temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui diri kita
sendiri," Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita
kemudian mengetahui kehidupan. Jadi sederhana untuk bahagia yaitu
Terima, Syukuri dan nikmati kehidupan anda, maka anda akan bahagia. Jadi
apakah anda Bahagia? Maka jawablah dengan tegas bahwa "Saya bahagia
dengan keadaan saat ini"

" Materi sebesar apapun tidak akan bisa membeli kebahagian hati "

Salam Sukses dan Bahagia
Depok 22 April 2009
Erwin Arianto

 
Dikutip dari mail-list