22 Mei 2015

Keutamaan Membaca Dua Ayat Terakhir Surat Al Baqarah pada Waktu Malam

Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada waktu malam, maka ia akan diberi kecukupan. Sebagian ulama ada yang mengatakan, ia dijauhkan dari gangguan setan. Ada juga yang mengatakan, ia dijauhkan dari penyakit. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa dua ayat tersebut sudah mencukupi dari shalat malam. Benarkah?

Dua ayat tersebut,

Allah Ta'ala berfirman,

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286)

"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Disebutkan dalam hadits dari Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

"Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan." (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808)

Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta'ala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat do'a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.

Al-Qadhi 'Iyadh menyatakan bahwa makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Qur'an. Atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula do'a kebaikan dunia dan akhirat. (Ikmal Al-Mu'allim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83).

Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, "Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam do'a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat." (Ahkam Al-Qur'an Al-Karim, 2: 540-541).

Semoga bisa mengamalkan untuk membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah ini mulai dari malam ini. Semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan. Semoga Allah memberi taufik.

 

Referensi:

Ahkam Al-Qur'an Al Karim. Cetakan pertama tahun 1428 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin. Penerbit Madarul Wathan.

Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Cetakan pertama tahun 1433 H. Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm.

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadhis Shalihin. Cetakan pertama tahun 1430 H. Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Kunuz Riyadhis Sholihin. Cetakan pertama tahun 1430 H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin 'Abdurrahman Al-'Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isybiliyya.

Nuzhah Al-Muttaqin. Cetakan pertama tahun 1432 H. Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dkk. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.

Selesai disusun 17:00 di Darush Sholihin Girisekar Panggang Gunungkidul, 2 Sya'ban 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Dikutip dari artikel Rumaysho.Com

Mengenal Alam Malaikat (2)

Malaikat adalah makhluk Allah yang juga dibebankan tugas dan tanggung jawab. Namun –tidak sebagaimana manusia- mereka diberi kekuatan penuh untuk melaksanakannya. Mereka juga tidak diberikan hawa nafsu, sehingga tidak ada salah satupun dari mereka yang menyelisihi perintah Allah. Semuanya melaksanakan tugas masing-masing dengan benar sesuai perintah Allah.1

Jika kita melihat tugas dan tanggung jawab malaikat yang bermacam-macam, kita akan menemukan hubungan yang erat antara mereka dengan kita sebagai manusia2. Hubungan yang menunjukan kedekatan kita dengan mereka. Bahkan bisa dikatakan hampir seluruh3 (atau mungkin seluruh –wallahu 'alam) tugas mereka adalah untuk kepentingan manusia. Hal ini selain menumbuhkan rasa cinta kepada mereka para malaikat, juga menumbuhkan kesadaran akan Rahmat Allah yang begitu luas kepada kita, dengan menciptakan makhluk bernama malaikat untuk kepentingan manusia.

Tiga pemimpin malaikat

Dari sekian banyak malaikat, ada tiga yang menjadi pemimpin mereka4. Yaitu malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu. Malaikat Israfil yang bertugas meniup sangkakala di hari akhir. Dan malaikat Mikail yang bertugas menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman. Ketiga malaikat ini menjadi pemimpin malaikat dikarenakan tugas mereka yang berkaitan dengan kehidupan. Jibril bertugas menyampaikan wahyu yang dengannya hati manusia akan hidup. Mikail menumbuhkan tumbuhan dan menurunkan hujan dengannya bumi akan hidup. Dan Isrofil pun meniup sangkakala yang dengannya jasad manusia akan kembali hidup di hari kiamat.

Malaikat penjaga manusia

Di antara malaikat ada yang bertugas setiap waktu menjaga manusia. Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah" (Qs. Ar Ro'du: 11). Mujahid berkata, "tidaklah seorang hamba, kecuali dia memiliki malaikat yang diperintahkan untuk menjaganya –baik ketika tidur maupun terjaga- dari gangguan jin, manusia, dan hewan hewan penggganggu. Jika ada sesuatu yang akan mencelakakannya, malaikat akan mengatakan kepadanya, "awas hati-hati!", kecuali sesuatu yang sudah diizinkan oleh Allah untuk menimpanya"5

Malaikat penjaga gunung

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa ketika Rosulullah hijrah ke Thaif dan mendapatkan perlakuan yang tidak layak dari penduduk Thaif, beliau didatangi oleh malaikat. Setelah mengucapkan salam, malaikat tersebut berkata, "Wahai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar apa yang telah dikatakan oleh kaummu. Aku adalah malaikat gunung. Aku telah diutus Tuhanmu untuk mendatangimu, agar engkau menyuruhku untuk membantu menyelesaikan urusanmu. Maka, apa yang engkau inginkan aku perbuat kepada mereka? Jika engkau mau, akan kuhimpit mereka itu dengan dua gunung batu (Abu Hubaisy dan Al-Ahmar)." Maka beliau bersabda, "Jangan! Aku berharap Allah ta'ala melahirkan dari mereka generasi yang menyembah Allah ta'ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.'"6

Malaikat berkeliling mencari majelis dzikir

Kemudian ada di antara mereka malaikat yang berkeliling di muka bumi, jika didapatkan ada majlis dzikir maka mereka akan ikut duduk di majlis dzikir. Rosulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda, "tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah diantara rumah Allah, di sana mereka membaca kitabullah dan mempelajarinya, kecuali mereka akan diberikan ketenangan, diliputi rahmat dan dinaungi oleh malaikat serta Allah akan menyebutkan mereka dihadapan makhluk (para penghuni langit) yang berada di dekat Nya"7

Malaikat pencatan amal

Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. Al Infithor: 10-12). Setiap orang akan diiringi oleh dua malaikat. Sebelah kanan bertugas mencatat amal baik. Sementara sebelah kiri bertugas mencatat amal buruk.8 Tidaklah seorang berbuat kecuali akan dicatat oleh malaikat, sekecil apapun itu. Bahkan hingga rintihan orang yang sedang sakit.

Dikisahkan dahulu ketika Imam Ahmad sakit dan dijenguk oleh saudaranya, dilihatnya Imam Ahmad sedang merintih (karena sakit). Maka saudaranya mengatakan, "wahai Abu Abdillah tenanglah, sesungguhnya Thawus berkata, "sesungguhnya Malaikat mencatat sampai rintihan orang yang sedang sakit, karena Allah berfirman (yang artinya), "Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qs. Qaf : 18)"", Maka sejak saat itu Imam Ahmad berhenti merintih.9

Malaikat Maut

Malaikat maut –sebagaimana terlihat dari namanya- bertugas mencabut arwah manusia. tentang penamaan malaikat maut Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan" (Qs. As Sajadah: 11). Adapun penamaan Izroil tidak ada dasarnya dalam Al Qur'an dan Sunnah.10

Disebutkan dalam sebuah riwayat11, bahwa malaikat maut memiliki pembantu pembantu yang akan mendatangi orang yang akan meninggal untuk mencabut nyawanya. Jika manusia yang akan dicabut nyawanya seorang yang soleh, maka malaikat akan datang dalam rupa yang bagus, dan nyawa orang tersebut akan dicabut dengan lembut. Namun sebaliknya, jika manusia yang akan dicabut nyawanya seorang pendosa, maka malaikat akan mendatanginya dalam rupa yang buruk dan menyeramkan. Dan arwahnya pun akan dicabut dengan sangat keras tanpa kasih sayang. Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan…" (Qs. Al An'am : 93)

Kemudian setelah malaikat maut mencabut arwah dan mengeluarkannya dari jasad seorang hamba, arwah tersebut akan diserahkan kepada malaikat rahmat atau malaikat adzab yang menjadi penanggung jawab selanjutnya.12

Malaikat yang bertugas bertanya di alam kubur

Jika seorang hamba telah memasuki kuburan, dia akan didatangi oleh malaikat. Dalam sebuah hadis disebutkan, "jika seorang yang sudah mati dikuburkan, dia akan didatangi dua malaikat berwarna gelap, salah satunya bernama Munkar, dan yang lain bernama Nakir. Keduanya akan bertanya, 'apa yang kamu ketahui tentang orang ini (maksudnya Muhammad)?' (seorang muslim) menjawab, 'sebagaimana apa yang dia katakan, dia adalah hamba Allah dan ro'ul Nya, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, namun jika orang munafik, dia berkata, "aku mendengarkan orang-orang mengatakan begini dan begitu maka akupun ikut mengatakannya, aku tidak tau…."13

Para penjaga neraka dan para penjaga surga

Para penjaga neraka14 –naudzubillah- bernama Zabaniyah15. Pemimpin mereka berjumlah sembilan belas16. Yang paling senior bernama Malik, Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Mereka (penduduk neraka) berseru: "Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja." Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)." (Az Zukhruf: 77).

Tentang sifat mereka, Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Qs. At Tahrim: 6)

Adapun para penjaga surga, pemimpin mereka adalah Ridhwan17. Mereka akan menyambut para penghuni surga dengan ucapan salam. Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya." (Qs. Az Zumar: 73)

Wallahu 'alam bis Shawab.

***

Catatan kaki

1 Muhammad bin Ibrohim Al Hamd, hal. 268

2 Ibid, hal. 271

3 Ibn Abil Izz menyatakan bahwa seluruh gerakan di alam semesta ini adalah malaikat yang menggerakan (tentunya atas perintah Allah) lihat Syarh Tohawiyah (Muassasah Ar Risalah, cet.4 1434 H) hal. 169

4 Muhammad Sholih Utsaimin, Syarhul Akidah Al Washatiyah hal. 45 dan Ibn Abil Izz Hal. 62

5 Lihat tafsir Ibnu Katsir Qs Ar Ro'du : 11.

6 HR. Muslim

7 HR. Muslim No. 2699

8 Lihat perkataan Hasan Al Bashri yang dinukil di Ma'arijul Qobul (2/817)

9 Kisah ini dinukil oleh Syaikh Utsaimin dalam Syarhul Washatiyah hal. 47

10 Muhammad Utsaimin hal. 46

11 Dikeluarkan oleh hakim (1/352-353) dan disohihkan olehnya. Lihat Ma'arijul Qobul (2/813)

12 Ibn Abil Izz hal. 235

13 HR Tirmidzi, dihasankan oleh syaikh Albani (sissilah hadits sohih no. 1931)

14 Hafidz Al Hakami hal. 819

15 Qs. Al Alaq : 18

16 Qs. Al Muddatsir : 30

17 Ibnu Katsir berkata, "dan penjaga syurga adalah malaikat yang dinamakan Ridhwan, disebutkan dalam beberapa hadits" (lihat Al Bidayah Wan Nihayah (1/53)

Penulis: Abdullah Hazim

Artikel Muslim.Or.Id